Selasa, 14 April 2026

Jadi Langganan Banjir, Warga Kaduagung Cibadak Lebak Minta Pemerintah Turun Tangan

Tangkap layar video genangan air yang memasuki kamar warga. (Foto: Ist)

LEBAK, BabeBanten - Warga Kampung Kaduagung RT 07 RW 04 Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak. Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan kondisi lingkungan mereka yang kerap dilanda banjir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Banjir diduga terjadi akibat tidak adanya sistem drainase yang memadai di kawasan permukiman warga.

Saat hujan dengan intensitas tinggi, air dengan cepat menggenangi jalan dan masuk ke rumah-rumah warga.

Ridwan, salah satu warga yang juga merupakan pemerhati kebijakan publik mengatakan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, namun hingga saat ini belum ada penanganan yang serius dari pemerintah setempat.

"Hampir dua tahun, sering terjadi apalagi karena hujan deras ditambah selokan sudah banyak yang rusak dan tertimbun tanah," ungkap Ridwan, Senin (13/4/2026) 

Ia mengatakan, puluhan rumah kerap menjadi langganan jika terjadi hujan deras, ketinggian air bisa mencapai mata kaki orang dewasa. 

"Air biasanya setinggi mata kaki orang dewasa dan puluhan rumah sering kebanjiran dan airnya masuk sampe kamar, mungkin airnya mau ikut tidur," ujarnya.

Upaya warga dalam mengatasi genangan air ketika hujan deras melanda sudah dilakukan, namun perbaikan drainase hanya dilakukan yang dipinggir jalan raya. Sehingga, tidak bisa mengatasi genangan air yang kerap memasuki pemukiman warga. 

Selain itu, Ridwan juga menegaskan bahwa tidak ada bantuan dan perhatian dari pemerintah terkait terutama dari pihak desa. 

"Belum pernah ada upaya dari Pemerintah Desa, nengok mah udah sangat jarang. Minimal ditengok mun teu boga duit mah Jaro (minimal ditengok kalau tidak ada uang-red)," ucapnya.

Ia berharap, drainase yang kerap menjadi langganan banjir segera diperbaiki.

"Ya semoga segera diperbaiki secepatnya. Minimal dibuatkan gorong gorong kembali, di daleum (kampung daleum-red) gang juga gorong gorong nya sudah terhalang tembok tetangga, minimal bantuan edukasi dari pemdes nya," pungkasnya. (Red)