Jum`at, 9 Januari 2026

Turun ke Lokasi Banjir di Kecamatan Jombang, Ketua DPRD Cilegon Cari Penyebabnya

CILEGON, BabeBanten - Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan turun ke sejumlah titik banjir yang berlokasi di Kecamatan Jombang dan Cibeber, Sabtu (3/1/2026).

Rizki terjun langsung ke sejumlah lokasi yang masih tergenang air untuk menangani persoalan yang menjadi penyebab banjir di Lingkungan Kenanga dan Lingkungan Jombang Kali, Kelurahan Masigit, dan Lingkungan Kranggot, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, serta Lingkungan Karang Tengah, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber.

Rizki mengatakan, banjir yang terjadi disejumlah titik tersebut, karena meluapnya air dari sungai akibat intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir.

Seperti hal nya di Rw 04 Lingkungan Kenanga, Kelurahan Masigit yang merendam pemukiman warga dan juga sekolah dengan ketinggian air hampir selutut orang dewasa.

"Di wilayah sini memang sungainya harus di normalisasi dan butuh ditinggikan lagi TPT disepanjang aliran sungai, agar tidak banjir lagi," ujarnya.

Sementara di wilayah Rw 09, Lingkungan Jombang Kali, Kelurahan Masigit, genangan air telah surut. Di Lingkungan Kranggot, air masih menggenang di rumah warga dan di akses jalan utama.

Sedangkan, di wilayah Lingkungan Karang Tengah, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, air setinggi pinggang orang dewasa, masih menggenangi rumah warga yang berdampak terhadap kurang lebih 500 kepala keluarga.

Dengan kejadian tersebut, Rizki mengaskan, perlunya penangan yang lebih serius terhadap aliran sungai yang ada di Cilegon untuk mengantisipasi banjir ke depan.

"Tadi di lokasi yang ditinjau, sudah kami inventarisir semua persoalan yang menjadi penyebab banjir ini, nanti itu akan kita sampaikan kepada Walikota agar dapat ditangani dengan segera, tentunya untuk langkah antisipasi supaya kejadian banjir seperti ini tidak terjadi lagi," katanya.

Selain menginventarisir permasalahan dan langkah antisipasi terhadap pencegahan banjir, Ketua DPRD Cilegon juga memberikan bantuan berupa beras dan mie instan untuk masyarakat yang masih mengungsi. (Arie/red)