Senin, 2 November 2026

Bersama Forkopimda, Kadin Kota Cilegon Siap Kawal Investor Masuk Tanpa Adanya Gangguan

CILEGON - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon menggandeng jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon untuk mengawal setiap masuknya investasi.

Langkah ini menjadi titik balik Kadin Cilegon untuk memulihkan kepercayaan publik dan investor pascainsiden permintaan jatah proyek Rp5 triliun yang viral beberapa waktu lalu.

Melalui sinergi dengan Pemerintah Kota Cilegon ini, pengusaha lokal kini dipastikan akan mendapatkan porsi peran strategis secara resmi tanpa menimbulkan kegaduhan.

Wakil Ketua Kadin Kota Cilegon, Mulyadi Sanusi, secara terbuka mengakui bahwa dinamika dan insiden di masa lalu telah merusak citra iklim usaha di Kota Baja.

"Ada kejadian luar biasa yang sempat viral dan berdampak pada turunnya tingkat kepercayaan publik terhadap Kadin. Kami akui itu mempengaruhi harkat dan martabat Kadin Cilegon," ungkapnya, Senin (2/11/2026). 

Konsolidasi bersama aparat penegak hukum dan pemerintah daerah ini juga diyakini akan menjadi jaminan bagi para investor masuk ke Kota Cilegon.

"Harapan kami sekarang adalah mengembalikan citra tersebut dengan berkoordinasi bersama Forkopimda dan seluruh asosiasi profesi agar investasi yang masuk bisa aman, nyaman, dan pengusaha lokal terlibat secara resmi," tegasnya.

Sementara itu, Asda III Kota Cilegon, Syafruddin, menegaskan pemerintah daerah sangat mendukung upaya pemberdayaan pengusaha lokal untuk memutar roda perekonomian daerah.

Pemkot Cilegon bahkan telah menyiapkan skema komunikasi awal terpadu melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

"Ide ini digagas agar setiap investasi yang masuk memberikan kesempatan bagi pengusaha lokal," ujarnya.

Aturan baru tersebut mewajibkan seluruh pihak investor untuk melakukan pemaparan terbuka yang menghadirkan Kadin beserta pemangku kepentingan terkait.

"Sebelum izin keluar di pintu perizinan, kita adakan ekspos komunikasi lebih dulu bersama Kadin dan asosiasi," jelasnya.

Syafruddin memastikan bahwa iklim investasi ramah modal akan terus dijaga dan proses birokrasi tetap dipermudah meskipun harus melalui tahapan ekspos terbuka.

"Prinsipnya perizinan investasi di Cilegon tetap dipermudah agar modal banyak masuk, tetapi pembagian peran untuk pengusaha lokal juga transparan sejak awal," katanya.(Arie)