SERANG, BabeBanten - Penziarahan Banten Lama di Kecamatan Kasemen, Kota Serang rawan copet.
Salah satu korbannya adalah Lukman Hapidin. Warga Kecamatan Walantaka itu kehilangan dua unit telepon genggamnya saat ziarah di kawasan tersebut.
Usai selesai berziarah di makam Sultan Maulana Hasanudin Banten menuju lokasi selanjutnya dua unit handphonenya raib di dalam tas.
"Dua hp hilang padahal sudah ditaro di depan tasnya. Sekitar jam 08.30," jelas Lukman, Minggu (15/2/2026).
Lukman mengaku kejadiannya begitu cepat tidak sampai dua menit ketika ia berjalan menuju lokasi selanjutnya. Saat itu kata dia sedang ramai masyarakat yang ziarah.
"Setelah ziarah di lokasi satu saya lihat masih ada. Baru jalan ke lokasi lainnya tas sudah kebuka, pas saya lihat udah nggak ada," ungkapnya.
Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon ini menyesalkan masih banyaknya aksi kejahatan seperti pencopetan yang dibiarkan berkeliaran di tempat suci seperti penziarahan Banten Lama.
"Saya menyesalkan masih banyak copet berkeliaran di tempat ziarah Banten padahal ikonnya Provinsi Banten. Saya juga kecewa terhadap pihak keamanan dan petugas yang berjaga karena tidak bisa menjamin keamanan bagi para penziarah. Jangan hanya cuman ngambil duitnya doang tapi nggak ada kerjanya,"ujarnya.
Ia juga mendesak kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab yaitu pengelolaan penziarahan Banten Lama untuk menjamin kenyamanan para penziarah.
"Jangan sampai ada korban lagi kedepannya. Jangan sampai penjahat-penjahat (copet) ini dipelihara. Pihak keamanan dan kepolisian harus menertibkan dan mengusut tuntas yang merugikan masyarakat dan menggangu kenyamanan masyarakat," tegasnya.
Salah satu petugas kemanan, Tomi mengaku masih banyak copet berkeliaran di penziarah Banten Lama.
Pihaknya mengaku akan mengecek CCTV bilamana saat kondisi sepi." Kalau ada petugas yang nemu nanti dikabarin," katanya. (Arie)