CILEGON, BabeBanten - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) untuk memperkuat perlindungan hingga pemberdayaan ekonomi pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dan sejumlah perjanjian kerja sama (PKS) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yayasan Pendidikan Warga Krakatau Steel (YPWKS) Cilegon, Banten, Senin (15/6/2026).
Penandatanganan MoU dilakukan Sekjen IKA Untirta A Dadan Suryana bersama Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI Dwi Setiawan Susanto. Kerja sama tersebut memuat sinergi pelindungan PMI dan keluarga dengan masa berlaku lima tahun.
Nota kesepahaman itu menjadi landasan bagi kedua pihak untuk menyinergikan tugas dan fungsi serta memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara bersama.
Sekjen IKA Untirta A Dadan Suryana mengatakan pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan Kementerian P2MI karena dinilai menjadi ruang sinergi antara pemerintah dan alumni Untirta yang tersebar di berbagai bidang.
"Kami sangat menyambut baik dan berterima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian P2MI, karena melihat IKA Untirta sebagai potensi yang bisa bersinergi dengan pemerintah," ungjap Dadan.
Menurutnya, IKA Untirta memiliki sumber daya alumni yang besar untuk mendukung program pelindungan pekerja migran Indonesia.
"Kalau bicara sumber daya alumni Untirta, yang tercatat hari ini lebih dari 70 ribu alumni sejak kampus berdiri tahun 1981. Alumni tersebar di tujuh fakultas dan hampir 100 program studi dengan berbagai latar belakang," jelasnya.
Dadan menegaskan IKA Untirta siap berpartisipasi aktif mendukung program pemerintah, khususnya terkait pelindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
"Secara prinsip IKA Untirta dengan kapasitas dan kemampuan yang kami miliki akan berpartisipasi aktif dalam mendukung program pemerintah dalam langkah sinergi pelindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI Dwi Setiawan Susanto menyebut kerja sama dengan IKA Untirta menjadi bagian dari penguatan ekosistem migrasi aman dan peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia.
Menurut Dwi, kolaborasi di Banten menjadi model pertama yang mengintegrasikan pemerintah daerah, universitas, SMK, hingga BUMN dalam satu ekosistem pekerja migran.
"Ini yang pertama, bagaimana ekosistem yang dibangun terintegrasi. Tidak hanya dengan universitas, tapi juga SMK dan BUMN," terangnya Dwi.
Ia mengatakan pemerintah kini mendorong peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia agar tak lagi identik dengan sektor domestik, melainkan bergeser ke sektor pekerja terampil atau *skilled worker*.
"Sampai saat ini kita masih identik dengan sektor domestik. Itu akan berubah, kita akan mengutamakan skilled worker di seluruh sektor," tuturnya.
Dwi menyebut saat ini pemerintah membuka peluang kerja migran di berbagai sektor unggulan seperti kesehatan, *hospitality*, manufaktur, konstruksi, hingga pertanian.
"Kita punya lima sektor keunggulan, mulai kesehatan, hospitality, manufaktur, konstruksi sampai pertanian. Indonesia punya kapasitas kompetensi sejauh sistemnya sama-sama kita bangun," katanya.
Ia menambahkan peluang kerja luar negeri semakin terbuka seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja global akibat fenomena *aging population* di sejumlah negara.
"Banyak negara membutuhkan tenaga kerja terampil. Indonesia punya bonus demografi sehingga anak-anak muda punya pilihan berkarier lintas negara dengan skill dan bahasa internasional," ujarnya.
Selain penandatanganan MoU antara Kementerian P2MI dan IKA Untirta, dalam agenda tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama lain.
Di antaranya MoU antara Kementerian P2MI dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terkait sinergi penyiapan pekerja migran Indonesia, serta MoU antara Kementerian P2MI dan Pemerintah Provinsi Banten terkait sinergi penyelenggaraan penempatan dan pelindungan PMI asal Provinsi Banten.
Sementara itu, IKA Untirta dan Kementerian P2MI juga menandatangani dua PKS turunan. PKS pertama terkait pemberdayaan sosial dan ekonomi PMI dan keluarganya yang diteken Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi, Alumni, Pendidikan dan Sosial IKA Untirta Beben Somantri bersama Dirjen Pemberdayaan Kementerian P2MI Muh Fachri.
PKS kedua terkait penyebarluasan informasi dan penyiapan kompetensi bagi PMI yang diteken Wakil Ketua Umum Bidang Seni Budaya, Kerja Sama Lembaga dan Advokasi IKA Untirta Eki Baehaqi bersama Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI Dwi Setiawan Susanto.
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan, jajaran pejabat Kementerian P2MI, perwakilan SMK di Banten, hingga unsur Forkopimda.
Usai penandatanganan, rombongan P2MI bersama Gubernur Banten Andra Soni dan Sekjen IKA Untirta A Dadan Suryana juga meninjau sekaligus meresmikan Laboratorium Krakatau Industrial Training Center (KITC) di kawasan SMK YPWKS Cilegon.(red)