CILEGON - Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan Pemerintah Dongguan, China, dalam rangka menjajaki peluang kerja sama dan investasi di berbagai sektor strategis. Pertemuan kedua belah pihak itu berlangsung di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Jumat (31/7/2026).
Salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan kawasan Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) yang berlokasi Warnasari.
Pertemuan itu turut dihadiri salah satu pimpinan legislatif Dongguan Mrs. Jane Weney, perwakilan Kamar Dagang dan Industri China, serta sejumlah pihak terkait. Kunjungan ini difasilitasi oleh Indonesia China Business Council (ICBC) sebagai upaya memperkuat hubungan dan membuka peluang kolaborasi antara Pemkot Cilegon dengan Dongguan.
Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, mengatakan bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan berbagai potensi strategis yang dimiliki Kota Cilegon sekaligus membuka ruang kerja sama di bidang investasi.
"Dalam pertemuan itu, kami memaparkan berbagai potensi yang dimiliki Kota Cilegon, mulai dari sektor industri logam, petrokimia, pengembangan logistik terintegrasi, hingga peluang pengembangan pusat data. Kami juga membahas potensi maritim yang menjadi salah satu keunggulan Cilegon,” ungkapnya.
Menurut Fajar, pertemuan tersebut berlangsung singkat namun produktif. Diskusi antara kedua pihak banyak membahas potensi sektor maritim serta peluang pengembangan pelabuhan yang dapat menjadi pintu masuk kerja sama investasi.
“Ini masih tahap awal penjajakan. Ibaratnya, kami masih dalam proses membangun komunikasi dan saling mengenal. Namun, pembahasan tadi cukup produktif dan kami berharap dapat memberikan kesan yang baik serta dilanjutkan dengan pembicaraan yang lebih konkret,” jelasnya.
Fajar menegaskan, Pemerintah Kota Cilegon memiliki komitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberikan kepastian bagi para investor yang ingin menjadikan Cilegon sebagai mitra strategis.
“Komitmen kami adalah menjaga kondusifitas. Apabila Pemerintah Dongguan memilih Kota Cilegon sebagai mitra strategis untuk investasi, tentu kami optimistis dan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan investasi yang aman, nyaman, dan kondusif. Itu menjadi hal yang paling utama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Cilegon juga membuka gagasan pembentukan Chinese Investment Desk sebagai wadah komunikasi dan fasilitasi bagi investor dari China yang ingin menjajaki peluang investasi di Kota Cilegon.
Sementara itu, perwakilan Dongguan Cen Cewei, menyampaikan bahwa pihaknya terus mempelajari perkembangan ekonomi global serta berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Pemerintah Kota Cilegon.
“Dalam perkembangan dan kemajuan China, kami tidak pernah berhenti mempelajari situasi perekonomian dunia. Sampai saat ini kami terus belajar dan melihat peluang bisnis yang memungkinkan untuk dikerjasamakan dengan Pemerintah Kota Cilegon,” katanya.
Menurut Cen Cewei, berdasarkan pemahamannya terhadap kondisi pasar dan ekonomi, pengembangan sektor pelabuhan menjadi salah satu peluang yang berpotensi untuk dikolaborasikan.
“Sesuai dengan harapan kami, Pelabuhan Cilegon Mandiri dapat menjalin kolaborasi dengan pelabuhan di Dongguan,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) Muhammad Willy mengatakan bahwa kunjungan tersebut juga membuka peluang kerja sama antardaerah atau sister city antara Kota Cilegon dan Dongguan.
Ia menjelaskan, Dongguan merupakan salah satu kawasan industri dan teknologi yang berkembang pesat di China. Selain memiliki kekuatan pada sektor teknologi, Dongguan juga memiliki pelabuhan kontainer dengan kapasitas sekitar 4 juta TEUs per tahun.
“Dari hasil diskusi, salah satu potensi yang memiliki keterhubungan cukup kuat dengan Cilegon adalah sektor pelabuhan. Mereka memiliki pengalaman dalam pengelolaan pelabuhan kontainer, sedangkan Cilegon memiliki potensi lahan sekitar 45 hektare yang dapat dikembangkan dan membutuhkan dukungan investasi dari pihak ketiga,” ungkap Willy.
Menurutnya, peluang pengembangan Pelabuhan Cilegon Mandiri cukup realistis karena kebutuhan terhadap alternatif pelabuhan terus meningkat, terutama di tengah tingginya aktivitas dan kepadatan di Pelabuhan Tanjung Priok. “Mereka juga menyampaikan bahwa Tanjung Priok sudah cukup padat. Karena itu, apabila Cilegon dapat dikembangkan sebagai alternatif, tentu hal tersebut menjadi peluang yang masuk akal dan realistis,” terangnya.
Willy menambahkan, penjajakan kerja sama tersebut masih berada pada tahap awal dan akan ditindaklanjuti melalui komunikasi serta pembahasan yang lebih mendalam. Meski demikian, pihak Dongguan menunjukkan ketertarikan terhadap potensi pengembangan pelabuhan di Kota Cilegon.
“Dari komunikasi yang berlangsung, mereka menunjukkan minat, khususnya terhadap pengembangan pelabuhan. Kami juga telah memperkenalkan PCM dan kawasan Warnasari serta menyampaikan paparan mengenai potensi yang dapat dikembangkan. Selanjutnya, mereka meminta sejumlah informasi dan data untuk dipelajari lebih lanjut,” pungkasnya.
Penjajakan kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang masuknya investasi, transfer teknologi, pengembangan infrastruktur, terbukanya lapangan kerja baru serta penguatan konektivitas maritim yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kota Cilegon. (Arie)