BabeBanten - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mencatat arus kas negatif jumbo awal tahun ini.
Emiten baja milik negara itu mencatat arus kas bersih untuk aktivitas operasi negatif US$145,57 juta atau sekitar Rp2,47 triliun (asumsi kurs Rp16.999 per dolar AS) per Maret 2026.
Posisi arus kas negatif itu melebar jauh dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya US$10,99 juta atau sekitar Rp183,8 miliar.
Arus kas KRAS yang minus awal tahun ini terjadi seiring dengan penyelidikan dugaan rasuah di perusahaan baja portofolio BPI Danantara tersebut.
Kepolisian Republik Indonesia telah mengumpulkan sejumlah alat bukti dari rentetan penggeledahan di beberapa tempat sejak kemarin.
Belakangan, polisi menyita 74 kilogram emas batangan dan uang tunai sekitar Rp476 miliar dari penggeledahan di Sentul, Bogor, Kamis (9/7/2026) dini hari.
Deretan penggeledahan itu menjadi bagian dari penyelidikan dugaan korupsi yang berkaitan dengan kasus di anak usaha Krakatau Steel, PLN dan Asabri.
Kendati mencatat arus kas negatif jumbo, KRAS mendapat pinjaman pemegang saham dari PT Danantara Asset Management.
KRAS mengikat perjanjian pinjaman dengan Danantara pada 19 Desember 2025. Pinjaman terbagi menjadi dua fasilitas.
Pertama, pinjaman maksimal Rp4,18 triliun untuk pembelian slab dan hot rolled coil yang jatuh tempo pada 19 Desember 2030. Kedua, pinjaman maksimal Rp752,8 miliar yang jatuh tempo pada 19 Desember 2031 untuk pembayaran program Golden Hanshake serta Lump Sum Window.
Mengutip laporan keuangan yang berakhir Maret 2026, KRAS menarik utang besar-besaran dari Danantara sekitar US$242,32 juta. Sebelumnya, KRAS hanya menarik utang US$66,72 juta dari Danantara sepanjang 2025.
Lewat pinjaman itu, KRAS membukukan pendapatan US$262,36 juta per 31 Maret 2026, naik dari posisi tahun sebelumnya US$234,76 juta.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan KRAS mencapai US$224,18 juta. Dengan demikian, laba bruto KRAS per Maret 2026 sisa US$36,18 juta.
Selepas mendapat restrukturisasi utang dengan kreditur, KRAS berhasil mengamankan laba US$2,58 juta, berbalik dari posisi rugi US$46,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kendati demikian, posisi liabilitas KRAS melebar lantara penarikan utang yang masif untuk menutupi arus kas negatif tersebut.
Total liabilitas awal tahun ini sebesar US$2,16 miliar, berasal dari liabilitas jangka pendep US$891,55 juta dan liabilitas jangka panjang US$1,27 miliar.
Sementara itu, total aset KRAS mencapai US$2,91 miliar yang berasal dari aset lancar US$710,93 juta dan aset tidak lancar US$2,91 miliar. Di sisi lain, total ekuitas KRAS mencapai US$745,57 juta.
Berita ini telah tayang di bloombergtechnoz.com, dengan judul: Di Tengah Isu Korupsi, Keuangan KRAS Makin Sulit