Rabu, 14 Januari 2026

Perbukitan di Wilayah Kecamatan Grogol Cilegon Sudah Mulai Gundul Akibat Tambang Batu

Kondisi perbukitan hijau di Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, yang mulai gundul akibat aktivitas pertambangan. (Foto: Babe Banten)

CILEGON, BabeBanten - Perbukitan hijau di wilayah Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Provinsi Banten, berlahan sudah mulai terkikis atau gundul akibat tambang batu.

Berdasarkan pantauan Babe Banten di lapangan, alat berat seperti beko atau excavator dan kendaraan truk tambang terlihat melakukan aktivitas pengerukan perbukitan hijau yang berlokasi di Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem tersebut.

Kondisi itu menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang tinggal tidak jauh dari lokasi pertambangan.image

Warga mengaku khawatir tambang batu tersebut akan menyebabkan terjadinya bencana longsor dan banjir.

"Untuk sekarang dampaknya memang belum ada, tapi yang kami khawatirkan itu kemudian hari, ke depannya," ujar salah satu warga yang minta namamya dirahasiakan, Senin (12/1/2026).

Bagi warga, bukan persoalan memiliki izin atau tidaknya, tapi dampaknya terhadap lingkungan yang harus benar- benar diperhatikan oleh pelaku usaha tambang.

"Pemerintah Provinsi Banten juga harusnya ngecek juga ke lapangan, kira - kira ada dampak pada lingkungan atau tidak. Jangan main keluarkan izin aja, tanpa memikirkan dampaknya ke masyarakat," ungkapnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Cilegon akan mengajukan usulan kepada Pemerintah Provinsi Banten terkait dengan moratorium aktifitas pertambangan yang berada di Kota Cilegon.

Plt Sekda Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi intens dengan Pemprov Banten terkait dengan berbagai aktifitas pertambangan yang dapat menyebabkan banjir, khususnya di wilayah Kota Cilegon. 

"Intinya dari sisi koordinasi saja yang kita harus perkuat kembali dengan provinsi terkait dengan izin-izin (pertambangan) yang sudah dikeluarkan mana saja," kata Aziz belum lama ini.

'Kita juga harus memantau yang ada di lapangan karena kita kan yang punya wilayah. Kami mohon sih ke depan mungkin izin-izin pertambangan harus di stop lah atau di moratorium," pungkasnya.(Arie/red)