CILEGON - Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Cilegon, Ahmad Aflahul Aziz, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon agar pembenahan birokrasi tidak hanya berorientasi pada rotasi, mutasi, dan pengisian jabatan struktural, tetapi juga memperhatikan kesehatan organisasi serta kondisi psikologis aparatur sipil negara (ASN).
Menurut Aziz, dinamika birokrasi yang berkembang saat ini harus menjadi momentum bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegpn untuk mengevaluasi pola komunikasi, manajemen kepemimpinan, serta lingkungan kerja di seluruh perangkat daerah.
Ia juga mengaku prihatin dengan adanya sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon, baik eselon II maupun eselon III, yang saat ini dikabarkan tengah mengalami persoalan kesehatan serius.
“Tentu kita memahami bahwa sakit merupakan musibah dan persoalan kesehatan seseorang tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan tekanan pekerjaan. Namun, kondisi ini setidaknya harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kesehatan aparatur dan lingkungan kerja yang sehat merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan,” kata Aziz, Selasa (3/11/2026).
Ia menegaskan bahwa pejabat pemerintahan memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan roda organisasi. Namun, besarnya tuntutan pekerjaan harus diimbangi dengan sistem manajemen yang baik, komunikasi yang sehat, pembagian tanggung jawab yang proporsional, serta kepastian dalam pengambilan kebijakan.
“Jangan sampai birokrasi hanya dituntut bekerja cepat, tetapi tidak diberikan ruang kerja yang sehat. Jangan sampai pejabat lebih banyak disibukkan dengan ketidakpastian internal, dinamika posisi, dan persoalan komunikasi daripada fokus menyelesaikan persoalan masyarakat,” pungkasnya.(Arie)