BabeBanten - Meski sempat didera isu keamanan akibat gangguan oknum pengusaha lokal dan ormas pada tahun 2025 lalu, proyek senilai Rp 15 triliun yang dibangun PT Chandra Asri Alkali (CAA) memperlihatkan progres konstruksi 50 persen.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) tidak gentar menghadapi hambatan non-teknis demi mengejar target operasional pada kuartal pertama 2027.
Fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) berskala dunia dan menyandang status ini kini memasuki fase puncak konstruksi. Keberhasilan menembus angka 50 persen bukan tanpa kerikil tajam. Pada Mei 2025, pabrik yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) ini sempat menjadi sorotan publik akibat adanya praktik premanisme.
Sekelompok oknum yang mengatasnamakan organisasi pengusaha lokal dan ormas menuntut upeti dengan angka yang fantastis, yakni berkisar antara Rp 5 triliun hingga Rp 8 triliun. Tuntutan ini diajukan secara paksa tanpa melalui prosedur tender resmi yang lazim dalam standar industri global.
Gangguan tersebut memicu kekhawatiran terkait iklim investasi di "Kota Baja". Namun, komitmen perusahaan untuk tetap berjalan di koridor profesionalis nampaknya membuahkan hasil.
Saat ini, struktur utama pabrik telah berdiri, jaringan perpipaan mulai terinstal, dan sistem kelistrikan sedang disiapkan untuk operasional.
Mesin Devisa dan Substitusi Impor Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menegaskan, pabrik CA-EDC ini adalah langkah strategis untuk memperkuat resiliensi industri kimia nasional. Proyek ini merupakan bagian dari upaya memutus rantai ketergantungan impor bahan kimia dasar.
"Melalui peningkatan kapasitas produksi di dalam negeri, fasilitas ini akan memperkuat ketahanan pasokan nasional serta menciptakan nilai tambah besar melalui ekspor produk EDC,” ujar Erwin dikutip Kompas.com, Jumat (20/2/2026).
Secara angka, dampak ekonomi pabrik ini sangat signifikan, produksi soda kaustik sebesar 827.000 ton per tahun diproyeksikan mampu menghemat devisa hingga Rp 4,9 triliun (USD 293 juta). Kemudian, seluruh produksi EDC (500.000 ton per tahun) ditargetkan untuk pasar mancanegara dengan potensi pendapatan devisa mencapai Rp 5 triliun (USD 300 juta) per tahun. Selain itu, pabrik ini juga diharapkan dapat membawa dampak sosial mendorong peningkatan aktivitas UMKM Lokal.
Berita ini telah tayang di kompas.com, dengan judul: Sempat Dipalak Preman, Pabrik Kimia Chandra Asri di Cilegon Mulai Dipasangi Listrik