Rabu, 8 April 2026

Manajemen Greenotel Cilegon Akui Karyawannya Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Siswi PKL

Human Resources Development (HRD) Greenotel Cilegon, Iqbal Hary memberikan keterangan kepada wartawan.(Foto: Babe Banten )

CILEGON, BabeBanten - Human Resources Development (HRD) Greenotel Cilegon, Iqbal Hary mengakui adanya dugaan pelecehan seksual yang melibatkan dua karyawannya terhadap siswi praktik kerja lapangan (PKL).

Ia menegaskan bahwa dua karyawan yang terlibat kasus tersebut telah dijatuhi sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Dugaan pelecehan seksual ini dibenarkan memang ada dari eks karyawan kami. Dari manajemen pun sudah memberikan sanksi yaitu berupa pemutusan hubungan kerja, makanya kita sebut eks ya," ujarnya kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut Iqbal menjelaskan, pelecehan seksual yang dilakukan oleh dua orang eks karyawannya itu sifatnya verbal, tidak ada tindak fisik terhadap korban.

"Memang benar terjadi (pelecehan seksual), tapi secara verbal ya, tidak ada fisik, dan itu pun memang ada pemicu utamanya," tuturnya.

Iqbal juga membeberkan bahwa pemicu utama dugaan pelecehan seksual tersebut berawal dari candaan antara terduga pelaku dengan korban.

"Korban awalnya bercanda dengan senior kami, staf kami di sini. Candaannya itu adalah si korban bilang sama senior yang ada di sini, salah satu karyawan kami ' Mas lehernya kenapa merah, habis dicupang ya' itu bahasanya. Kemudian candaan tersebut digubrislah sama staf kami dengan bahasa ' Enggak dek ini gigitan nyamuk'" ungkapnya.

"Kemudian tercetuslah dengan inisial si F itu yang diduga dia langsung terlontarlah ucapan 'Kok kamu anak kecil tahu masalah cupang'. Akhirnya si F itu menyodorkan alat kontrasepsi ke si korban dengan alasan dia bicaranya seperti ini 'Nih kalau misalkan lu mau pakai sama cowok lu katanya, hati - hati ya dek' Itu sebenarnya yang terjadi di sini," sambung Iqbal menjelaskan.

Baca juga: Polisi Usut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Karyawan Greenotel Cilegon

Masih kata Iqbal, terduga pelaku juga sudah meminta maaf secara langsung kepada keluarga korban. Itu pun terduga pelaku sudah meminta izin terlebih dahulu kepada korban.

"Dari pihak terduga (pelaku) juga sudah meminta maaf secara langsung kepada keluarganya korban, kita sudah ada buktinya juga. Itu pun dia izin dulu ke korbannya bahwasanya dia ingin meminta maaf kepada ibunya secara langsung, kemudian dikirimkanlah alamatnya, dan akhirnya mereka mungkin komunkasi dengan orang tuanya, dan di situ infonya dimaafkan," pungkasnya. (Arie)