Sabtu, 8 Agustus 2026

Disebut Menolak Pasien Penderita Kelenjar Getah Bening, Direktur RSUD Kota Cilegon Membantah

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Cilegon.(Foto: Istimewa)

CILEGON - Warga Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, diduga ditolak saat ingin berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon, Jumat (7/8/2027).

Pasien yang diketahui bernama Sumiyati tersebut ditolak pihak RSUD Cilegon ketika ingin operasi penyakit kelenjar getah bening yang dideritanya.

"Awalnya saya bawa istri berobat ke rumah sakit Hermina dan Kimia Farma, namun dua rumah sakit tersebut alat operasinya tidak lengkap sehingga istri dirujuk ke RSUD Cilegon,"ungkapnya.

Setelah mendapat surat rujukan, kata Anton, ia langsung membawa istrinya ke rumah sakit plat merah tersebut.

"Namun saat saya ke RSUD ketemu dokter alesannya benjolan di leher istri saya belum besar. Jadi disuruh nanti aja operasinya. Hanya diberi obat. Sedangkan di rumah sakit swasta dokternya bilang ini sudah besar dan harus segera dapat penanganan," jelasnya.

Lebih lanjut, Anton mengungkapkan bahwa nafsu makan istrinya nafsu saat ini sudah berkurang dan berat badannya menurun. 

"Nafsu makan udah kurang, istri saya tambah kurus. BPJS saya aktif setiap bulan saya bayar dari gaji yang dipotong, dan untuk berobat ini ada rekomendasi ditanda tangani oleh pak direktur. Kenapa tidak dilayani dengan baik, malah seolah menolak dengan mengatakan benjolan belum besar, sedangkan istri saya sudah beberapa bulan menderika sakit tenggorokan dan tidak nafsu makan," ujarnya.

Terkait adanya dugaan penolakan tersebut dibantah oleh Direktur RSUD Kota Cilegon, Ratu Robiatul Alawiyah. Ia menjelaskan bahwa yang bersangkutan sudah mendapatkan penanganan medis dengan baik.

"Pasien sudah ditangani di RSUD Kota Cilegon beberapa kali oleh Dokter spesialis penyakit dalam dan sudah diberikan terapi serta sudah dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium dan USG Tiroid. Dari hasil tersebut masih ditemukan hasil lab yang masih tinggi, hal ini beresiko jika dilakukan pembedahan. Jadi saat ini masih dalam pemantauan dan diberikan terapi dahulu, bukan kami menolak operasi tetapi ini untuk kebaikan pasien dan dokter karena efek resiko td jika dipaksakan utk tindakan operasi," kata kepada Babe Banten, Sabtu (8/8/2026).

Berdasarkan catatan rekam medis, kata Ratu Robiatul Alawiyah, pasien tersebut Diagnosa Struma Difusa Toxic, suspek Thyroid Heart Disease. (Arie)