CILEGON, BabeBanten - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Cilegon bedah rumah seorang janda bernama Syafiah, warga Lingkungan Seruni, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber. Kegiatan sosial ini dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 18 Partai Gerindra.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cilegon, Helldy Agustian mengungkapkan bahwa renovasi rumah tidak layak huni ini merupakan program dari pengurus pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang diteruskan ke setiap daerah.
"Kami mengadakan bedah rumah ini setelah dilakukan survey, bahwa rumah ibu Syafiah ini sering kebanjiran, rumahnya bocor, terus juga enggak punya WC. Insya Allah masalah itu akan diselesaikan oleh Gerindra dibantu masyarakat sekitar," ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Helldy Agustian menjelaskan, semula rumah seorang janda tersebut hanya akan direnovasi bagian atapnya saja. Namun, setelah ditinjau langsung ke lokasi rumah yang ditinggali oleh seorang ibu dan dua anaknya itu terdapat banyak kerusakan.
"Tadi kita dengar juga rumah ibu itu enggak punya wc, terus sering kebanjiran karena lantainya rendah. Akhirnya kita putuskan untuk menambah perbaikan supaya lebih layak dan aman," kata mantan Walikota Cilegon ini.
Momentum HUT Partai Gerindra ke 18 ini partai besutan Prabowo Subianto tersebut mengusung tagline Kompak, Bergerak, dan Berdampak.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Cilegon, Hasbi Sidik, menambahkan bahwa biaya untuk perbaikan rumah yang tidak layak huni ini tidak terbatas atau tergantung dengan kebutuhan.
"Intinya, semua biaya perbaikan rumah sampai selesai partai Gerindra tanggung, enggak kita batasi," ungkapnya.
Hasbi berharap, program renovasi rumah tidak layak huni ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sementara itu, pemilik rumah Syafiah berterimakasih kepada DPC Gerindra Kota Cilegon yang telah peduli dengan kondisi rumahnya.
"Alhamdulillah senang sayanya. Sebelumnya pernah mengajukan perbaikan ke pemerintah, tapi sampai sekarang belum juga tak kunjung dilakukan," ucapnya.
Setelah rumahnya direnovasi nanti, Syafiah mengaku tak perlu repot lagi jika turun hujan dan hendak buang air yang selama ini selalu menumpang di toilet Terminal Seruni.
"Kalau mandi di sini, tapi kalau buang air besar di terminal situ, deket dari rumah. Sekitar 25 tahun gak punya WC,"tuturnya.(Arie/red)