Minggu, 8 November 2026

Pernyataan Walikota Robinsar Soal Honor RT/RW Menuai Kritik Tajam, Eks Waka Tim Pemenangan Membela

Mantan Wakil Ketua Tim Pemenangan Robinsar - Fajar saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Istimewa)

CILEGON - Ketua Umum Jaringan Rakyat Cilegon (Jargon), Muhibudin, buka suara terkait pernyataan Walikota Robinsar, yang mempersilahkan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) untuk mengundurkan diri apabila merasa keberatan dengan besaran honor yang diterima saat ini.

Muhibudin mengatakan, ucapkan Robinsar itu jangan ditafsirkan negatif. Tetapi harus dipahami terlebih dahulu kata per kata dari apa yang disampaikan orang nomor satu di Kota Baja tersebut.

“Jangan langsung ditafsirkan negatif. Pahami dulu apa yang disampaikan wali kota secara utuh. Kalau saya melihatnya ada pesan ketegasan seorang pemimpin di dalam pernyataan tersebut,” kata Muhibudin dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026).

Menurutnya, ketegasan seorang pemimpin tidak cukup diukur dari retorika atau pilihan kalimat. Ketegasan harus dibuktikan melalui keberanian mengambil keputusan, konsistensi kebijakan, dan hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat.

Baca juga: Walikota Cilegon Robinsar Persilahkan RT/RW Mengundurkan Diri Jika Keberatan Honor tidak Naik

Ia menilai Robinsar bersama Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo saat ini tengah berupaya menjalankan pemerintahan di tengah keterbatasan anggaran dan tuntutan penyelesaian berbagai persoalan daerah, termasuk merealisasikan kenaikan honor RT/RW.

Muhibudin juga meminta semua pihak melihat persoalan tersebut secara lebih objektif. Kritik terhadap pemerintah, kata dia, merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

Mantan Wakil Ketua Tim Pemenangan Robinsar - Fajar ini juga mengapresiasi sejumlah elite partai politik Cilegon yang menyampaikan masukan terhadap jalannya pemerintahan, termasuk mengingatkan janji politik saat kontestasi Pilkada.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman elite politik yang telah memberikan kritik maupun saran. Kami tidak alergi terhadap kritik, sepanjang disampaikan secara objektif dan konstruktif,” ungkapnya.

Muhibudin mengajak seluruh elite politik di Kota Cilegon untuk mengedepankan komunikasi yang sehat dan tidak memperkeruh suasana.

Ia berharap, politik tidak hanya menjadi arena saling menyerang, tetapi juga ruang untuk menghadirkan gagasan dan solusi bagi kepentingan masyarakat.

“Jadikan politik sebagai rahmatan lil alamin. Apa pun posisi politik kita, baik sebagai ketua partai, pengurus, maupun tokoh masyarakat, muaranya harus tetap pada kesejahteraan masyarakat Kota Cilegon,” pungkasnya.(Arie)