Rabu, 10 Juni 2026

Pemkot Cilegon dan APJII Dorong Percepatan Transformasi Digital di Banten

CILEGON, BabeBanten - Pemerintah Kota Cilegon terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung transformasi digital. Salah satunya melalui sinergi dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang selama ini berperan aktif dalam pengembangan infrastruktur digital di daerah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) APJII Banten yang digelar di Aston Cilegon, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota Cilegon Robinsar, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten Beni Ismail, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Cilegon, Agus Zulkarnain, Ketua APJII Banten Syarifuddin, serta para anggota dan penyelenggara jasa internet dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Walikota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Cilegon sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakerwil APJII Banten. Ia menilai APJII memiliki kontribusi besar dalam mendukung pembangunan kota, khususnya melalui penataan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang lebih tertib dan modern. 

“Pertama kami ucapkan selamat datang di Kota Cilegon. Alhamdulillah, jika Bapak dan Ibu melewati jalur Cilegon Timur hingga Landmark Cilegon, kabel-kabel utilitas di kawasan tersebut kini sudah underground seluruhnya. Ini merupakan bentuk langkah nyata dan kerja konkret dari APJII bersama Pemerintah Kota Cilegon. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas segala dukungan dan kolaborasi yang telah terjalin,” ujarnya.

Robinsar mengungkapkan bahwa keberhasilan program penataan kabel bawah tanah tersebut merupakan hasil komunikasi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dengan APJII. Menurutnya, program yang semula direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akhirnya dapat direalisasikan melalui kerja sama berbagai pihak sehingga mampu menghemat anggaran daerah secara signifikan. 

“Awalnya kami sudah menghitung kebutuhan anggaran sekitar Rp8 hingga Rp10 miliar untuk program ini. Namun karena kondisi efisiensi anggaran yang cukup besar, kami mencari berbagai alternatif. Alhamdulillah melalui komunikasi dan arahan dari berbagai pihak, termasuk APJII, program ini dapat terlaksana tanpa menggunakan APBD. Bahkan nilai pekerjaan yang dilakukan mencapai sekitar Rp20 miliar dan hasilnya sangat bermanfaat untuk mempercantik wajah kota sekaligus menghemat anggaran daerah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Robinsar berharap APJII dapat terus berkontribusi dalam memperluas akses internet hingga menjangkau wilayah-wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan atau titik blank spot. Menurutnya, internet telah menjadi kebutuhan penting masyarakat sehingga pemerataan akses harus terus diupayakan.

“Saya menganggap Bapak dan Ibu semua adalah pejuang-pejuang kekinian. Karena kalau tidak ada Bapak dan Ibu, internet kita mati semua. Ke depan kami berharap APJII dapat terus berkontribusi agar jaringan internet bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten Beni Ismail menyampaikan bahwa tema Rakerwil APJII tahun ini, yakni Membangun Banten Go Digital, sangat selaras dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Banten dalam mewujudkan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan. 

“Transformasi digital saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat daya saing daerah, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” terangnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cilegon yang dinilai berhasil membangun koordinasi dan kolaborasi yang baik dengan APJII dalam mendukung pengembangan infrastruktur digital. “Kota Cilegon memiliki peran yang sangat strategis dalam mengakselerasi visi Banten Go Digital. Sebagai pusat industri dan salah satu pilar ekonomi Banten, kesiapan infrastruktur serta adopsi teknologi di Kota Cilegon akan menjadi motor penggerak transformasi digital di wilayah sekitarnya,” tuturnya.

Beni menambahkan, APJII selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses internet, memperkuat infrastruktur digital, serta mengurangi kesenjangan digital di tengah masyarakat. Melalui forum Rakerwil ini, ia berharap lahir berbagai gagasan dan program nyata yang mendukung integrasi data lintas sektor, perluasan akses internet hingga pelosok desa, penguatan keamanan siber, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta digitalisasi layanan publik.

Di kesempatan yang sama, Ketua APJII Banten Syarifuddin menegaskan pentingnya menjaga hubungan erat antara penyelenggara jasa internet dengan pemerintah daerah guna menciptakan kepastian investasi bagi para pelaku usaha di sektor telekomunikasi. 

“Hubungan kami dengan pemerintah daerah terus kami jaga dengan baik agar para penyelenggara mendapatkan kepastian investasi. Teman-teman anggota APJII berinvestasi cukup besar dalam pembangunan infrastruktur internet di Provinsi Banten. Secara nasional APJII memiliki sekitar 1.500 anggota dan 80 persen di antaranya merupakan pelaku usaha kecil dan menengah,” ujarnya.

Syarifuddin juga mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kota Cilegon dalam program penataan kabel fiber optik yang dinilai berjalan lancar tanpa mengganggu layanan masyarakat. “Dengan komunikasi yang intens dan keterlibatan seluruh pihak, proses penataan kabel fiber optik di Kota Cilegon dapat berjalan dengan baik. Tidak ada gangguan signifikan terhadap layanan internet baik untuk masyarakat maupun layanan publik pemerintah,” pungkasnya.

Melalui Rakerwil APJII Banten 2026 ini, seluruh pihak berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, penyelenggara jasa internet, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan transformasi digital yang merata, aman, dan berkelanjutan di Provinsi Banten, khususnya di Kota Cilegon. (Arie)