Rabu, 24 Juni 2026

Kemendag Lepas Ekspor 127,3 Metric Tons Baja Struktur PT Trimitra Fabrikasi Engineering di Cilegon

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi melepas ekspor baja struktur di PT Trimitra Fabrikasi Engineering, Cilegon.(Foto: Babe Banten)

CILEGON, BabeBanten - PT Trimitra Fabrikasi Engineering atau TFE mengekspor produk baja struktural ke Toronto dan Vancouver, Kanada. Nilai ekspor dari pengiriman kali ini mencapai USD 216,600 atau setara Rp3,8 Miliar.

Direktur Utama PT TFE Bobby Judoprawiro mengatakan, ekspor baja struktural ini merupakan bagian penting dari upaya perusahaan memperkuat bisnisnya di pasar internasional.

"Kita sudah ekspor ke Kanada, Australia, dan Singapura. Hari ini kami secara resmi melepas 127,3 metric tons yang terdiri dari komponen baja struktural menuju Toronto dan Vancouver, Kanada," jelas Bobby kepada wartawan di Cilegon, Selasa (23/6/2026).

Bobby mengatakan, seluruh komponen yang keluar dari workshopnya di Kawasan Industri Krakatau Steel tersebut memenuhi standar internasional.

Ekspor ini, lanjut Bobby, semakin memperkuat posisi Cilegon sebagai salah satu pusat industri baja dan fabrikasi strategis di Indonesia dengan daya saing internasional.

Menurutnya, pengiriman baja struktural ini menjadi salah satu tahapan penting bagi perusahaan dalam memenuhi komitmen ekspor pada semester I-2026.

Ia mencatat, sepanjang semester I-2026, PT TFE telah mengekspor sebanyak 3.117 metric tons produk pabrikasi baja dengan nilai mencapai Rp78 miliar 

Bobby menilai, capaian dari perusahaan yang telah beroperasi sejak Juli 2025 ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten.

"Setiap ekspor ada devisa yang masuk ke negara, ada lapangan kerja, dan roda ekonomi yang berputar di Provinsi Banten serta Kota Cilegon," ungkapnya.

Melalui ekspor ini, kata Bobby, PT TFE membawa nama Indonesia ke pasar internasional dan menunjukkan bahwa produk “Made in Indonesia” memiliki kualitas dan kapabilitas yang mampu bersaing secara global.

"Ini adalah bukti nyata produk rekayasa Indonesia bersertifikasi nasional, dikerjakan oleh tangan-tangan terampil putra-putri daerah Cilegon, mampu bersaing, dan dipercaya di pasar global," ujarnya.

Bobby menambahkan, kontribusi perusahaan ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan dari semua pihak termasuk Pemerintah dalam hal ini Kementrian Perdagangan.

Memasuki semester II-2026, PT TFE berencana melayani pesanan baru dari berbagai negara, seperti Kanada, Australia, Inggris, Uni Eropa, hingga Amerika Serikat.

"Pasar terus meluas, kapasitas juga terus meningkat. Serta kontribusi kami bagi daerah dan negeri ini akan kami perbesar," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Fajarini Puntodewi, menambahkan ekspor baja struktural yang dilakukan PT TFE memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kalau ekspornya naik, berarti kita dapat memenuhi permintaan pasar global. Harapannya, pasar tentu semakin besar dan industri kian bertumbuh. Selain itu, penciptaan lapangan kerja juga akan semakin luas," kata Fajarini.

Fajarini menyebutkan nilai ekspor pada periode Januari–April ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. 

Hingga April 2026, nilainya mencatatkan angka 92,2 miliar USD. Angka ini meningkat sebesar 5,48 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Sektor baja sendiri, secara keseluruhan, kata Fajarini berkontribusi sebesar 10,5 persen terhadap total ekspor Indonesia pada tahun 2025. 

"Jadi, kontribusi sektor baja terhadap ekspor kita memang cukup signifikan. Nah, pada periode Januari–April ini, kontribusinya masih berada di kisaran tersebut, yaitu hampir 10 persen," ujar Fararini.

"Mudah-mudahan pada kuartal kedua ini terjadi peningkatan seiring dengan ketegangan konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang sudah mulai mereda," pungkasnya.(Arie)