CILEGON - Anak tidak sekolah (ATS) di Kota Cilegon tahun 2026 tembus sebanyak 2.943 orang. Jumlah tersebut tercatat dalam data ATS Pusdatin Kemendikbud.
Angka itu cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan ATS tahun 2025 yang jumlahnya mencapai 3.310 orang anak. Penurunannya mencapai 367 anak atau sekitar 11,1 persen.
Capaian ini menjadi salah satu indikator upaya Pemerintah Kota Cilegon dalam menekan angka anak yang belum mengakses pendidikan maupun yang tidak lagi melanjutkan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengatakan pihaknya telah menjalankan program Gerakan Sekolah Maning Lur untuk mengajak anak-anak yang putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan agar kembali bersekolah.
"Kita punya satu inovasi ya dari tahun dua tahun yang lalu ya, itu gerakan sekolah maning lur mengajak kembali ke sekolah bagi anak-anak yang putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah," katanya, Kamis (15/10/2026).
Menurut Heni, program tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjangkau anak-anak yang kehilangan akses pendidikan.
Pelaksanaannya dilakukan melalui pendataan serta koordinasi dengan berbagai pihak agar anak-anak yang masuk dalam kategori ATS dapat diketahui kondisi dan kebutuhan pendidikannya.
Dindikbud Kota Cilegon juga melibatkan unsur pemerintah di tingkat wilayah untuk memperkuat upaya penanganan ATS.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar pendataan tidak hanya mengandalkan informasi dari satuan pendidikan, tetapi juga menjangkau anak-anak yang berada di lingkungan masyarakat.
Meski jumlah ATS di Kota Cilegon telah berkurang sebanyak 367 anak, masih terdapat 2.943 anak yang tercatat belum mengakses atau tidak melanjutkan pendidikan pada 2026.
Angka tersebut menjadi tantangan bagi Dindikbud untuk memperluas jangkauan program dan memastikan setiap anak memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.(Arie)