CILEGON - PT Wankai Advanced Materials Indonesia menghiraukan permintaan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Hal itu terbukti masih berlangsungnya aktivitas pemadatan lahan untuk pembangunan pabrik di Kawasan Industri Krakatau oleh investor asal Cina tersebut.
Beberapa hari yang lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra dengan tegas telah meminta PT Wankai untuk menghentikan segala aktivitas pembangunan pabriknya.
Pasalnya, investor asal Cina tersebut belum membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) kurang lebih Rp23 miliar kepada Pemkot Cilegon.
Atas dasar itu, Pemkot Cilegon minta PT Wankai tidak boleh melakukan aktvitas pembangunan sampai kewajibannya diselesaikan.
Imbauan Pemkot Cilegon itu ternyata tidak dihiraukan oleh PT Wankai. Mereka masih tetap melakukan aktivitas prakontruksi di lahan 26 hektare di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon.
Di sisi lain, aktivitas pekerjaan PT Wankai yang tengah berlangsung dikeluhkan oleh warga Masigit dan Kubang Sepat.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Pemuda Lingkungan Masigit, Kelurahan Citangkil, Kecamatam Citangkil, Kota Cilegon, Doni Anhar.
"PT Wankai sedang melaksanakan aktivitas pemadatan lahan yang mengakibatkan getaran di lingkungan yang menimbulkan keresahan warga.Getaran terakhir terdengar dan dirasakan kemarin malam, karena ini pekerjaan tidak kenal waktu jam istirahat magrib pun tetap berjalan, sampe jam 10 malem," ungkapnya kepada wartawan, Senin (28/9/2026).
Doni Anhar menjelaskan, warga yang rumahnya sudah tua mengaku khawatir akan rusak akibat getaran yang berasal dari aktivitas tersebut.
Baca juga: Belum Bayar BPHTB ke Pemkot Cilegon, PT Wankai Nekat Memulai Pembangunan Pabrik
Tidak hanya itu, Doni menyebut PT Wankai dan PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) sebelumnya belum pernah memberikan sosialisasi kepada warga sekitar terkait adanya aktivitas pemadatan tersebut.
"Warga resah, kita sebagai pemuda harus melakukan tindakan, mempertanyakan perizinan, AMDAL, dan PT KSI sebagai pemilik lahan," ujarnya.
"Kita juga akan melaksanakan hearing dengan DPRD mempertanyakan pekerjaan ini ke PT KSI dan Wankai," pungkasnya.
Terkait hal ini, wartawan terus berupaya melakulan konfirmasi kepada pihak PT Wankai untik meminta penjelasan.(Arie)