Sabtu, 3 Oktober 2026

Gubernur Banten Andra Soni Hadiri Cek Kesehatan Gratis di Gedung Cilegon Creative Center

Gubernur Banten, Andra Soni. (Foto: BabeBanten)

CILEGON - Gubernur Banten Andra Soni mengungkap alasan masih banyak warga yang takut memeriksa kesehatan. Menurut dia, sebagian warga khawatir penyakit justru ditemukan saat menjalani cek kesehatan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Cek Kesehatan Gratis di Gedung Cilegon Creative Center, Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedalaman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Jumat (2/10/2026). 

Awalnya Andra menyinggung soal kata “gratis” yang masih menarik perhatian masyarakat. Sebab, kata dia, sebagian warga selama ini khawatir biaya pemeriksaan kesehatan mahal.

Namun, menurut Andra, ada kekhawatiran lain yang membuat warga takut memeriksakan diri. 

“Kenapa takut? Karena takut penyakitnya ketahuan. Betul?” kata Andra di hadapan peserta Cek Kesehatan Gratis.

Andra kembali bertanya kepada warga mengenai alasan takut jika penyakit ditemukan.

“Nanti kalau penyakitnya ketahuan, takut berobatnya mahal. Betul?” ujarnya, yang kembali disambut jawaban “Betul” dari peserta.

Andra kemudian memastikan warga tidak perlu khawatir soal biaya pengobatan. Dia menyebut layanan kesehatan dapat diakses melalui fasilitas yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Padahal Pak Walikota paling rajin bayar iuran BPJS Kesehatan buat masyarakatnya. Sehingga Bapak dan Ibu sebenarnya tinggal datang ke rumah sakit kalau membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Andra juga menyampaikan perkembangan program Cek Kesehatan Gratis di Banten. Dia menyebut sekitar 252 ribu warga Cilegon telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Ini lebih dari separuh Wong Cilegon yang udah diperiksakan kesehatannya,” jelasnya.

Sementara di tingkat Provinsi Banten, Andra menyebut sekitar 7,243 juta warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan hingga sehari sebelum kegiatan tersebut.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, tekanan darah tinggi menjadi salah satu temuan yang paling banyak ditemukan. 

Selain itu, petugas juga menemukan warga dengan diabetes atau kadar gula darah tinggi.

Andra mengatakan warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan dapat melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan di fasilitas kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Cilegon juga mendapat layanan pemeriksaan paru menggunakan foto toraks. 

Menurut Andra, hasil pemeriksaan tersebut sudah dapat dibaca menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).

“Jadi hari ini difoto, hari ini ketahuan kira-kira paru-parunya sehat atau tidak. Kalau tidak sehat, langsung ditangani,” pungkasnya.(Arie)