Rabu, 4 Februari 2026

Cegah Bencana Banjir dan Longsor, Pemkot Cilegon Galakkan Penanaman Satu Juta Pohon

Walikota Cilegon, Robinsar, saat memimpin kegiatan penanaman pohon.(Foto: Istimewa)

CILEGON, BabeBanten - Pemerintah Kota Cilegon melakukan gerakan penanaman sejuta pohon. Kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah untuk meminimalisir resiko terjadinya bencana banjir dan longsor sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

Kegiatan penanaman pohon yang dipimpin oleh Walikota Cilegon, Robinsar, itu turut dihadiri unsur Forkopimda. Penanaman pohon berlangsung di area Galian Pasir CV. Gading Putra Jaya, Lingkungan Bentola, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kamis (15/1/2026).

Walikota Cilegon, Robinsar, mengatakan bahwa gerakan penanaman sejuta pohon tersebut bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kota Cilegon.

“Kami lakukan gerakan penanaman satu juta pohon. Insyaa Ilah ini bukan hanya seremonial, tapi memang menjadi langkah nyata yang akan kami jalankan dimana sebetulnya rencana mau kita jalankan di pertengahan tahun, kita sudah wacanakan planningnya, tapi kodarullah Allah mungkin memberikan peringatan lebih cepat sehingga program ini dapat kita realisasikan lebih cepat," jelasnya.

Robinsar bilang, momentum penanaman pohon dinilai tepat sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam memperbaiki kondisi alam dan menjaga keseimbangan lingkungan di Kota Cilegon. Ia juga menambahkan bahwa upaya reboisasi tidak hanya berorientasi pada pencegahan banjir, tetapi juga berkaitan erat dengan peningkatan kualitas udara.

“Reboisasi ini sangat berkaitan dengan kualitas udara mengingat Cilegon itu kota industri, tentu kita juga harus memikirkan dampak polusi yang ada. Oleh karena itu, reboisasi ini bukan hanya untuk pencegahan banjir saja namun juga untuk memperbaiki kualitas udara di Kota Cilegon,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Robinsar juga turut mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk pihak industri, untuk bersama-sama berperan aktif dalam gerakan penghijauan tanpa terkecuali. Ia menekankan bahwa setiap pihak dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing - masing tanpa harus menunggu instruksi.

“Sekecil apapun yang bisa kita lakukan untuk lingkungan, harus kita lakukan. Ini demi alam kita dan dampaknya akan kembali kepada kita sendiri. Semoga niat baik dan langkah kita semua diberi kemudahan, serta mampu meminimalisir potensi bencana di masa yang akan datang,” ujarnya. 

Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah lahan yang membutuhkan penanaman seperti bekas pertambangan dan bantaran sungai.

“Kami sudah lakukan pemetaan terhadap sejumlah lahan yang membutuhkan penanaman pohon, khususnya di kawasan bekas pertambangan dan bantaran sungai yang dinilai rawan. Penanaman kami lakukan untuk memperkuat struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta mengurangi risiko banjir dan longsor,” jelasnya. (Arie/red)