CILEGON - Saman dan Luay, warga Kampung Gunung Tikukur, Desa Angsana, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja di Rumah Sakit Eka Hospital yang berlokasi Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.
Informasi itu diungkapkan olrh Dumyati, paman dari dua korban. Dumyati mengaku keluarganya mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Terduga pelaku disebut bernama Muhammad Sadeli, warga Kecamatan Cibeber.
Dumyati menceritakan, dugaan penipuan itu berawal saat terduga pelaku menginformasikan kepadanya bahwa ia sedang membutuhkan tenaga kerja untuk bagian Office Boy (OB) dan Security dI RS Eka Hospital.
"Jadi Sadeli ini anggota organisasi di wilayah sekitar rumah sakit itu yang megang soal kerjaan gitu lah istilahnya. Dia sering ada di parkiran, kerjanya ngawasin orang yang kerja di situ katanya. Terus dia bilang ke saya, kalau butuh 10 orang buat OB dan Security," bebernya kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Mengetahui posisi terduga pelaku dalam urusan pekerjaan cukup berpengaruh, Dumyati langsung percaya hingga menyetorkan uang tunai sebesar Rp4 juta secara bertahap, untuk memasukkan kedua keponakannya kerja sebagai OB tersebut.
"Saya percayanya mah karena dia itu temen kerja saya dulu. Terus, dia langsung minta masing-masing Rp2 juta. Kita ngasihnya TF, ada buktinya juga, kirim uang di bulan Juni. Dia janjiin tanggal 7 bulan Juli langsung interview, tapi akhirnya diundur tanggal 12. Pas ditungguin meleset lagi, enggak jadi lagi dan sampai sekarang engga ada kabar," jelasnya.
Melihat gelagat yang tidak beres, Dumyati berinisiatif mendatangi tempat tinggal korban di Cibeber. Saat di lokasi, ia bertemu dengan Wakil Ketua Pemuda setempat dan diberitahu bahwa terduga pelaku sedang dicari oleh banyak orang.
"Katanya dia lagi dicari sama Ketua Pemuda juga, bahkan warga setempat udah melaporkan ke polisi soalnya ternyata yang jadi korban 30-50 orang dengan nilai yang bervariasi. Istri teman saya juga kena Rp3,5 juta dijanjiin jadi admin di RS Eka Hospital itu," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Cibeber, Iptu Ibna Saputra menyampaikan bahwa pihaknya hingga hari ini belum menerima laporan terkait kasus dugaan penipuan tersebut.
"Sampai saat ini, kami belum menerima laporan. Coba pastikan kembal dan arahkan korban untuk konsul terlebih dahulu dengan polsek terdekat agar dipastikan lagi pidana dan TKP-nya," katanya.(Arie)