Rabu, 22 Juli 2026

Sebanyak 45 Organisasi Wanita Bakal Ramaikan Gebyar Bakti Wanita Nusantara di Kota Cilegon

Ketua GOW Kota Cilegon sekaligus Penanggung Jawab Gebyar Bakti Wanita Nusantara, Nur Kusuma Ngarasati.(Foto: Istimewa)

CILEGON – Sebanyak 45 organisasi wanita siap berkolaborasi dan meramaikan Gebyar Bakti Wanita Nusantara yang digagas Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon. Kegiatan tersebut akan digelar di Alun-alun Kota Cilegon, Kamis (30/7/2026) mendatang. 

Kesiapan pelaksanaan kegiatan tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Gebyar Bakti Wanita Nusantara GOW Kota Cilegon yang digelar di Aula PKK Kota Cilegon, Selasa (21/7/2026). Rapat itu dihadiri perwakilan organisasi wanita yang akan terlibat dalam rangkaian kegiatan.

Ketua GOW Kota Cilegon sekaligus Penanggung Jawab Gebyar Bakti Wanita Nusantara, Nur Kusuma Ngarasati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan momentum kolaborasi seluruh organisasi wanita di Kota Cilegon. Menurutnya, Gebyar Bakti Wanita Nusantara bukan hanya kegiatan milik GOW, melainkan kegiatan bersama seluruh organisasi wanita yang ada di Kota Cilegon. 

“Kalau saya ditanya apakah ini acara GOW? Iya. Tetapi pengisi acaranya adalah semua organisasi di Kota Cilegon. Jadi, ini adalah acara kita bersama,” ungkap Raras saat memimpin rapat.

Ia menjelaskan, Gebyar Bakti Wanita Nusantara merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun GOW Kota Cilegon. Namun, momentum tersebut dikemas lebih luas dengan melibatkan berbagai organisasi wanita sebagai bentuk kolaborasi dan penguatan peran perempuan di Kota Cilegon. 

“Gabungan Organisasi Wanita tidak bisa hanya GOW saja. Saya membutuhkan ibu-ibu semua, wanita-wanita hebat yang ada di Kota Cilegon untuk menyukseskannya bersama. Kalau saya bisa bilang, ini adalah ulang tahun wanita-wanita organisasi di Kota Cilegon,” jelasnya.

Raras menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi setiap organisasi untuk menampilkan potensi, kreativitas, serta berbagai kegiatan yang selama ini telah dilakukan. Karena itu, masing-masing organisasi akan mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dalam rangkaian acara.

Ia menilai, organisasi wanita di Kota Cilegon memiliki kekuatan besar apabila mampu bersatu dan berkolaborasi. Melalui Gebyar Bakti Wanita Nusantara, kekuatan tersebut diharapkan dapat ditunjukkan kepada masyarakat luas, bahkan dikenal hingga tingkat nasional. 

“Saya ingin satu Indonesia tahu GOW Kota Cilegon punya kekuatan seperti apa. Oleh karena itu, insya Allah nanti kita akan bekerja sama dengan Diskominfo, beberapa media besar, dan juga influencer. Saya berharap apa yang kita upayakan bersama menghasilkan dampak yang luar biasa,” ujarnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan membangun jejaring antarorganisasi wanita, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, akan terdapat berbagai layanan dan kegiatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.

Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kacamata gratis, serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Selain itu, sekitar 40 pelaku UMKM juga direncanakan turut berpartisipasi untuk mendorong perputaran roda ekonomi masyarakat. 

“Harapannya, selain networking dan silaturahmi, kita juga bisa berdampak bersama. Saat ini ada sekitar 40 UMKM yang akan berpartisipasi. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa ikut mendorong roda ekonomi,” tuturnya.

Sesuai dengan namanya, Raras menjelaskan, unsur “Bakti” dalam Gebyar Bakti Wanita Nusantara akan diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon secara bersama-sama oleh organisasi wanita yang berpartisipasi.

Menurutnya, penanaman pohon tersebut diharapkan menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus meninggalkan kenang-kenangan bagi seluruh organisasi yang terlibat. Ke depan, ia berharap dapat terwujud kawasan yang menjadi “hutan organisasi” di Kota Cilegon.

"Kita tidak hanya potong-potong kue. Kita akan menanam pohon bersama-sama. Harapannya nanti kita punya hutan organisasi. Jadi, ketika melihat pohon di Alun-Alun, kita bisa mengatakan, ‘Oh, itu pohon yang saya tanam waktu itu’,” katanya.

Sementara itu, penggunaan nama “Nusantara” mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman latar belakang organisasi wanita yang ada di Kota Cilegon. Nur Kusuma berharap seluruh organisasi dapat terus menguatkan kontribusinya bagi masyarakat dan Indonesia.

“Harapan saya, kita tunjukkan kecantikan dan keanggunan organisasi di Kota Cilegon. Kita tunjukkan bahwa kita bekerja dan hidup untuk Indonesia,” pungkasnya.

Gebyar Bakti Wanita Nusantara GOW Kota Cilegon diharapkan menjadi momentum kolaborasi besar antarorganisasi wanita, sekaligus memperkuat jejaring, kepedulian sosial, pemberdayaan ekonomi, dan kontribusi perempuan bagi pembangunan Kota Cilegon.(Arie)