CILEGON - Pembangunan fasilitas produksi resin polyethylene terephthalate (PET) milik Wankai Advanced Materials Indonesia di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, Banten, jalan di tempat alias mandek.
Padahal, pembangunan pabrik yang dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 750.000 ton per tahun tersebut sudah dilakukan peletakan batu pertama hingga dihadiri Walikota Robinsar dan Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan, 9 Desember 2025 lalu.
Proyek ini juga sebelumnya ditargetkan rampung dalam waktu 1,5 tahun dengan total nilai investasi mencapai US$284 juta (kurs Rp16.688 per dolar AS).
Berdasarkan pantauan di lokasi lahan seluas 26 hektare yang akan dibangun pabrik milik Wankai, tampak tidak ada aktivitas pekerjaan sama sekali. Yang ada hanya terlihat satu tiang pancang berdiri.
Menurut salah seorang security yang ditemui sekitar lokasi, sejak peletakan batu pertama pada 9 Desember 2025 lalu, sampai saat ini tidak ada aktivitas pembangunan pabrik di lokasi tersebut.
"Iya (sudah groundbreaking-red), belum ada aktivitas, masih kosong," ungkapnya singkat kepada awak media, Kamis (3/9/2026).
Belum diketahui apa yang menjadi kendala sehingga investor asal China tersebut tak kunjung melakukan pembangunan pabriknya di Cilegon.
Diberitakan sebelumnya, Walikota Cilegon Robinsar mengapresiasi serta rasa bangga atas hadirnya investor baru dari perusahaan asal Tiongkok yang menanamkan modal atau investasi di Kota Cilegon. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peletakan batu pertama proyek material baru PET Food Grade berkapasitas 750.000 ton per tahun milik Wankai Advanced Materials Indonesia, Selasa (9/12/2025) lalu.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Cilegon merasa bangga dan apresiasi atas hadirnya investor dari rekan-rekan China. Kami sangat berharap dengan adanya investasi ini dapat memberikan dampak positif serta meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat Cilegon,” ungkapnya.
Robinsar mengatakan, investasi ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Kota Cilegon, terutama dalam membuka lapangan kerja baru yang berpotensi menekan angka pengangguran.
Selain itu, Ia juga menegaskan jika kehadiran perusahaan baru akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta kemajuan daerah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap para investor, Robinsar memastikan bahwa Pemkot Cilegon berkomitmen untuk memberikan kemudahan dalam proses perizinan dan pelayanan. Seluruh kebutuhan administratif akan dibantu agar investor dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan nyaman dan lancar.
“Jika ada pihak yang mempersulit atau menghambat proses perizinan, segera laporkan kepada kami,” kata Robinsar pada saat itu.(Arie)