Kamis, 23 Juli 2026

Walikota Robinsar Instruksikan OPD untuk Distribusikan Air Bersih di Wilayah Terdampak Kemarau

Salah seorang warga di wilayah Pulomerak, Koga Cilegon gotong air bersih.(Foto: Istimewa)

CILEGON - Pemkot Cilegon terus bergerak menangani dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Pulomerak. Selain melakukan pendistribusian air bersih sebagai langkah penanganan sementara, Pemkot Cilegon juga tengah memperkuat solusi permanen melalui pembangunan jaringan pipanisasi untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Walikota Cilegon,Robinsar, mengatakan kekeringan di sejumlah wilayah pegunungan Kecamatan Pulomerak merupakan persoalan yang secara rutin terjadi setiap musim kemarau. Karena itu, Pemkot Cilegon telah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek sekaligus solusi permanen untuk mengatasi persoalan tersebut. 

“Pada prinsipnya Pemerintah Kota Cilegon sudah memprogramkan pipanisasi sejak tahun kemarin. Program ini sudah berjalan dan tahun ini dilakukan penyempurnaan karena memang wilayah Pulomerak ini menjadi salah satu titik yang sering terjadi kekeringan,” ungkap Robinsar, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, jaringan distribusi air bersih tersebut dibangun secara bertahap dan membentang dari wilayah Kecamatan Grogol hingga Kelurahan Suralaya. Jaringan pipanisasi tersebut diharapkan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini menjadi titik rawan kekeringan, termasuk kawasan pegunungan.

Robinsar menyampaikan, pembangunan jaringan pipanisasi saat ini terus dilakukan agar ke depan air dapat tersalurkan langsung ke rumah-rumah warga.

“Kami minta maaf dan minta sabarnya. Ini sedang proses. Saya pastikan nanti keran akan masuk ke rumah warga masing-masing. Pipa induknya sedang dipasang dan sedang diusahakan sehingga nantinya keran bisa masuk ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan jaringan pipa saat ini telah mencapai wilayah Kepindis dan akan terus disambungkan hingga Suralaya. Selanjutnya, jaringan tersebut akan dikembangkan untuk menjangkau sejumlah wilayah yang selama ini kerap mengalami kekeringan, seperti Suralaya, Cipala, Gunung Batur, Tembulun, hingga Ciporong. 

“Pipanya akan disambung dan akan didorong naik gunung. Pokoknya di sisa jabatan saya satu periode ini, mudah-mudahan air bisa sampai ke rumah masing-masing. Minta doanya saja, semoga semuanya lancar dan airnya bisa mengalir sampai ke rumah warga,” tuturnya.

Robinsar menambahkan, pengeboran sumur belum selalu menjadi solusi yang pasti untuk mengatasi persoalan kekeringan di wilayah tersebut. Kondisi tanah yang keras dan berbatu serta kedalaman pengeboran menjadi tantangan tersendiri.

Untuk itu, sebagai langkah penanganan sementara, Pemerintah Kota Cilegon mengerahkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna mendistribusikan air bersih ke titik-titik yang terdampak kekeringan. “Langkah awal yang akan kami perintahkan kepada lurah adalah mengirimkan air bersih setiap hari selama musim kemarau, hingga Desember,” pungkasnya.(Arie)