CILEGON - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon bakal memasang sejumlah garis kejut di Jalan Lingkar Selatan (JLS). Pemasangan garis kejut ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan.
Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kota Cilegon, Faturohman mengatakan pemasangan garis kejut tersebut merupakan respons dari peristiwa kecelakaan yang kerap terjadi di JLS.
"Kita ingin memberikan kenyamanan dan keselamatan, mengurangi angka kecelakaan. Secepatnya kita akan pasang itu. Mudah-mudahan tahun ini bisa," ungkapnya, Rabu (7/10/2026).
Faturihman mengungkapkan, garis kejut itu bakal dipasang di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya kecelakaan. Selain garis kejut, Dishub Kota Cilegon juga bakal menutup beberapa U-Turn atau putar balik arah, dan memangkas pohon-pohon yang mengganggu jarak pandang.
"Garis kejut rencannya ada di lima titik doang yang memang kita anggap sangat berbahaya, menimbulkan kecelakaan. Sudah koordinasi juga dengan pihak kepolisian. Yang pasti di lima titik U-Turn aja. Iya, kanan kiri jalan JLS Cilegon," jelasnya.
Sementara, soal anggaran pembuatan garis kejut dan lainnya untuk menghindari peristiwa kecelakaan itu saat ini belum teralokasikan secara khusus. Rencana itu bakal didorong agar terlaksana di tahun ini.
"Walaupun belum masuk anggaran, tapi kita akan upayakan. Nanti arahan pimpinan seperti apa. Apakah dari CSR atau apa. Ada langkah-langkah yang terus kita lakukan sambil menunggu itu dengan sosialisasi kepada pengemudi," katanya.(Arie)