Rabu, 19 Agustus 2026

Edukasi Pengelolaan Sampah, Pemkot Cilegon Perluas Program KOLASE

CILEGON -  Pemerintah Kota Cilegon terus memperkuat upaya pengelolaan sampah dari hulu melalui program Kolaborasi Kelola Sampah Ekonomi Sirkular (KOLASE) di Sekolah. Kali ini, sosialisasi program digelar di SDN Sumampir, Kota Cilegon, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang merupakan pelaksanaan program KOLASE Batch ke-3 tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Robinsar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Sabri Mahyudin, perwakilan dunia industri, pegiat lingkungan, bank sampah, serta para siswa dan tenaga pendidik.

Walikota Robinsar mengatakan, program KOLASE merupakan langkah nyata Pemkot Cilegon dalam menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak usia dini. Program ini menjadi salah satu arahan strategis Pemkot Cilegon untuk mengelola persoalan sampah dari sumbernya.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama Dinas Lingkungan Hidup, para pegiat sampah dan Chandra Asri selaku pihak swasta melakukan program KOLASE dengan melibatkan sekolah-sekolah SD dan SMP di Kota Cilegon. Tujuan utamanya adalah edukasi, bagaimana pengelolaan sampah ini membutuhkan kesadaran,” ujarnya.

Menurut Robinsar, persoalan sampah tidak dapat hanya diselesaikan di tempat pemrosesan akhir sampah. Kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumber menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

"Memang tidak bisa hanya dikelola di TPSA, tetapi bagaimana sampah ini harus terpilah dan pengelolaannya dimulai dari hulunya. Karena itu, kesadaran ini harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak kita,” katanya.

Robinsar menjelaskan, fokus utama program KOLASE saat ini bukan semata-mata pada besarnya volume sampah yang berhasil dikurangi, melainkan membangun pemahaman dan budaya pengelolaan sampah di kalangan generasi muda. 

“Kalau bicara volume, hari ini mungkin belum terlalu masif. Tetapi poin utamanya bukan hanya pada volumenya, melainkan edukasi dan pendidikan tentang pengelolaan sampah, peningkatan kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan, serta memahami mana sampah yang harus dipilah dan dikelola,” jelasnya.

Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh para siswa melalui program KOLASE dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan ditularkan kepada lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Program KOLASE sendiri terus mengalami perluasan cakupan. Robinsar menyebut, program yang pada awal pelaksanaannya melibatkan lima sekolah tersebut kini ditargetkan dapat menjangkau hingga 100 sekolah di Kota Cilegon. 

“Harapannya, dengan adanya Program KOLASE ini dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah ke depan untuk Kota Cilegon,” pungkasnya.(Arie)