Jum`at, 8 Mei 2026

Walikota Robinsar Kumpulkan OPD, Bahas Serapan Anggaran hingga Percepatan Pembangunan

CILEGON, BabeBanten - Walikota Cilegon Robinsar meminta seluruh kepala perangkat daerah agar setiap program prioritas pembangunan Kota Cilegon tahun depan harus dipersiapkan secara matang, khususnya dalam aspek perencanaan dan penyusunan dokumen teknis. Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Dinas Pemerintah Kota Cilegon yang berlangsung di Aula Setda II, Kamis (7/5/2026).

Robinsar juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak lagi menunda penyelesaian dokumen perencanaan. Menurutnya, langkah tersebut penting agar pelaksanaan program dapat langsung berjalan pada awal tahun anggaran. 

“Saya minta apa yang menjadi prioritas pembangunan yang tahun depan akan kita bangun, tahun ini perencanaannya harus sudah selesai mulai dari perhitungan dan juga perencanaannya harus tuntas di tahun ini,” ungkapnya.

Robinsar mengatakan keterlambatan penyusunan perencanaan kerap menjadi penyebab tersendatnya pelaksanaan pembangunan di lapangan sehingga menyebabkan program tidak berjalan efektif dan harus mengalami penyesuaian berulang. 

image

“Jangan sampai kita rencana bangun tahun depan, tapi awal tahun masih mengurus perencanaan. Itu bisa membuat program kita tidak efektif nantinya. Misalnya Dishub kalau tahun depan mau bangun 380 tiang di jalan nasional, maka tahun ini semua perencanaannya harus selesai. Jadi tahun depan tinggal eksekusi saja,” jelasnya.

Selain membahas percepatan program pembangunan, dalam rapat tersebut juga turut mengevaluasi terkait realisasi belanja dan pendapatan daerah pada Triwulan I tahun anggaran 2026. 

Robinsar menyebutkan jika evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi OPD dalam proses penyerapan anggaran dan pelaksanaan program. “Kita juga lakukan evaluasi perihal belanja dan pendapatan, kita update terus apa yang menjadi kesulitan dan kendala supaya bisa dibantu tindak lanjutnya agar serapan dan pendapatan bisa maksimal,” ujarnya.

Terkait rendahnya persentase penyerapan anggaran di sejumlah OPD, Robinsar meminta seluruh pihak untuk melihat data secara proporsional. Menurutnya, OPD dengan anggaran besar seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan memiliki karakteristik penyerapan yang berbeda dibanding OPD dengan anggaran kecil. 

“Kalau bicara persentase, harus dilihat juga nilai anggarannya. Karena anggarannya besar, ketika serapannya sedikit secara persentase terlihat rendah, padahal nilai anggarannyalah yang cukup besar,” tuturnya.

image

Sementara itu, salah satu perwakilan OPD yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon Heni Anita Susila melaporkan bahwa anggaran Dindikbud tahun 2026 sebesar Rp491,6 miliar atau mengalami pengurangan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp526,5 miliar.

“Untuk realisasi atau penyerapan anggaran tahun 2025 kemarin, alhamdulillah Dindik mencapai realisasi 97,64 persen dengan nilai Rp514 miliar lebih,” terangnya.

Heni menjelaskan jika saat ini pihaknya tengah mempersiapkan proses lelang pembangunan ruang kelas baru di empat sekolah, yakni SD Gerem 1, SD Bujang Gadung, SMP Negeri 12 dan SMP Negeri 14. 

"Selain itu, terdapat pula program revitalisasi sekolah, pengadaan mebel, laptop dan komputer, hingga kegiatan kebudayaan seperti Golok Day yang masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara," pungkasnya. (ADV)