Selasa, 1 September 2026

Strategi Wakil Walikota Fajar Hadi Prabowo Menangani Persoalan Kemiskinan di Cilegon

Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo.(Foto: Istimewa)

CILEGON - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menggelar Forum Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), Senin (31/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah evaluasi dan penguatan sinergi dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan. 

Forum tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha dan industri, Baznas, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.

Wakil Walikota Cilegon sekaligus Ketua TKPKD, Fajar Hadi Prabowo, mendorong agar Forum TKPKD tidak berhenti sebagai forum koordinasi, tetapi menjadi ruang kerja bersama yang melibatkan berbagai unsur.

Menurutnya, pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, pemuda, dan pemangku kepentingan lainnya perlu bergerak bersama dalam menangani persoalan kemiskinan. “Hari ini saya ingin menyatukan visi bagaimana kita sama-sama menjadikan forum ini menjadi working hub,” ungkapnya.

Fajar menekankan pentingnya melibatkan mahasiswa dan generasi muda dalam pembangunan daerah. Generasi muda dapat membantu pemerintah melihat kondisi masyarakat secara lebih dekat dan menjadi bagian dari proses mencari solusi.

“Anggaplah mereka sebagai radar, sebagai mapping kita awal terhadap apa terjadi realita di lapangan saat ini,” ujarnya.

Dalam penanganan kemiskinan, Fajar meminta perangkat daerah, camat, dan lurah untuk mengubah pendekatan dari sekadar memberikan bantuan menjadi pemberdayaan masyarakat. Ia menilai masyarakat perlu didorong agar mampu mandiri dan memiliki keberlanjutan dalam meningkatkan kesejahteraannya. 

“Jangan pernah menganggap masyarakat adalah objek bantuan. Tugas kita adalah melakukan empowerment dan sustainability. Antara bantuan dan pemberdayaan, yang harus diupayakan adalah pemberdayaan,” tuturnya.

Ia berharap seluruh pihak rutin melakukan evaluasi dan memperkuat kolaborasi agar upaya pengentasan kemiskinan di Kota Cilegon dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan Kota Cilegon pada 2025 berada pada angka 3,44 persen, turun dari 3,75 persen pada 2024. Capaian tersebut menempatkan Kota Cilegon sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah kedua di Provinsi Banten. (Arie)